Kamis, 14 Januari 2016

My Wedding Dream : RUSTIC WEDDING !!!

Setiap wanita pasti memiliki impian masing-masing mengenai seperti apa pesta pernikahannya nanti, termasuk gue. Ngayal tentang konsep pernikahan aja udah seneng apalagi bisa mewujudkannya, ahhh happy banget pasti. Dan disini gue mau cerita seperti apa khayalan gue.. hehehe...

Kalo ditanya "wedding dream lo kaya apa si?", 
gue pasti jawab "Rustic - outdoor wedding party of course !!!"

Yap, Pernikahan impian yang gue hayalkan adalah intimate outdoor wedding party bertema rustic. Tidak banyak tamu, hanya keluarga dan sahabat dekat. Pesta kecil di sebuah taman, dengan deretan kursi dan meja panjang yang tersusun rapi dengan dekorasi bunga-bunga cantik serta lampu string berwarna kuning temaram yang memberi kesan romantis.

Kaya gini ......


cantik yah lampu-lampunya



dinner bareng sama para tamu undangan..



 ada acara wedding speechnya...



tamu yang dateng bisa bebas nyumbang lagu nyanyi-nyanyi bareng



Dan setelah pesta selesai, pengantinpun pergi di iringi oleh gate kembang api yang dinyalakan oleh para tamu


Gimana indah bukan????

Sayangnya  keinginan nikah dengan konsep outdoor harus dicoret dari list ngarep di 2016. Karena gue dan pasangan gak mau ambil resiko kalo kalo nanti hujan gimana? kelar.
Tapi ya mudah-mudahan aja konsep rustic wedding masih bisa kita aplikasiin walaupun acaranya diadakan di indoor. Amin.

Yaa pada akhirnya yang harus dipahami menikah bukan hanya perhelatan pesta satu hari, tapi memikirkan apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi fase kehidupan setelah ceremony. Jadi jangan terlalu fokus cuma nyiapin pestanya aja ya, karena mau sebagus atau semewah apapun pasti akan tetep ada komen ga enak dari orang-orang tentang kekurangan acara pernikahan kita. Ye gak?

Happy Preparing ^^




Rabu, 13 Januari 2016

BLOG PERDANA - "TENTANG PERNIKAHAN"

Hi..

Blog ini gue buat dikala bosan-jenuh-gada-kerjaan-curhat-ke-pacar dan dia nyaranin gue untuk buat blog, wah... ideee sekaleeeeee.. Hahahaa.. Awalnya agak-agak gak pede nulis, tapi akhirnya gue pede-pedein.. Jadi harap maklum kalo tata bahasa dan tatanan kalimatnya nda jelas. mhehehe.. 

By the way, untuk postingan perdana gue ini pengen bahas tentang "pernikahan", kenapa? karena saat ini gue sedang dalam proses menuju kesana. (DOAIN YAK ! SEMOGA LANCAR SEMUANYA YA ALLAH, AMIN !!!)

Sebagai perempuan Indonesia konvensional gue masih menganut paham bahwa usia 25 tahun adalah usia paling ideal untuk menikah. Target nikah usia 25 tapi di usia 24 gue bahkan masi aja jomblo pemirsaahhh.. boro-boro kawin, calonnya aja blom ada. Huhu

Momen-momen galau pun menghampiri........
dimana sahabat satu per satu udah pada kawin, 
tiap weekend acara kondangan kemana-mana, 
dan momen dimana ketika buka socmed postingan temen udah bukan foto selfie sendiri tapi sama baby-nya sementara akik masi jomblo. Aakkkkkk Tidaakkkkkkkkk!!!!! *drama*

tapi perlahan gue pun menyadari, menikah bukanlah tujuan hidup.
bukan sesuatu yang harus dilakukan secepat-cepatnya.
gue meyakini bahwa Tuhan pasti akan memberikan apa yang hambanya butuhkan di waktu yang tepat, and one thing that I should do is just be patient.

 .......

Waktu berlalu seperti berlari jarak pendek, cepat tapi tak tergesa. Mungkin itu yang gue rasain sekarang. Yap, saat ini gue ga lagi sendiri, saat ini gue sedang berbahagia mempersiapkan pernikahan. ihiyy..

Awalnya target kami itu menikah 2 tahun lagi. 6 bulan awal pacaran adalah masa dimana kami memikirkan masa depan, target kami adalah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang mapan atau setidaknya lebih baik dari yang sekarang. Kami berdua sama-sama merasa saling cocok dan berkesimpulan bahwa hubungan yang kami jalani ini serius, jadilah kami santai menjalani hubungan ini. Sampai pada poros utama keputusan pernikahan kami ada ketika mamah menyanyakan perihal kapan rencana kita berdua akan menikah.

"San, kamu sama sandi kapan rencananya mau nikah?"

"Masi 2 Tahun lagi mah, masi mau cari kerjaan yang bener sama nabung dulu"

"Kenapa mesti nunggu 2 tahun, kelamaan. Rezeki masih bisa dicari, jangan nunda-nunda hal baik."

........

Dan gue pun mendadak galau gundah gulana ulala karena saban hari nyokap menanyakan hal yang sama berulang-ulang. Karena gerah terus-terusan dicecer nyokap, guepun curhat ke pacar, mendengar hal ini pacar pun agaknya merasa tersentil. Dan benar saja, pacar gue akhirnya bilang ke nyokap bahwa dia serius dan akan membawa keluarganya untuk melakukan perkenalan dengan keluarga gue. Di luar dugaan, niat awal perkenalan keluarga dan prosesi tuker cincin, keputusan keluarga menginginkan pernikahan kita berdua dilakukan lebih cepat. Insya Allah rencana kami menikah sehabis lebaran Idul Fitri nanti, bismillah... melewati sholat minta petunjuk tanpa putus dan berdoa serta restu orang tua kami memberanikan diri melangkah maju.

Memutuskan menikah ditengah kondisi finansial kita berdua yang belum stabil bagaimana rasanya ya.. Senang? tentu saja. Yakin? harus yakin. Berat? kalau dibayangin iya berat, tapi kami bahagia, karena kami saling memiliki, karena kami sendiri yang memilih jalan ini.

Tidak putus syukur saya mendapatkan lelaki dengan rasa tanggung jawab yang luar biasa, yang tidak mementingkan ego mengejar kesuksesannya karena memilih berniat untuk menikahi saya terlebih dahulu, kemudian sama-sama berjuang.

Meski harus rela menyisihkan lebih dari setengah penghasilan kita untuk tabungan biaya pernikahan
Meski harus rela mengurangi kencan di cafe atau sekedar nonton bioskop
Meski dengan segala keterbatasan 
Saya bahagia,
bukan karena akan segera menikah, tapi karena kami bersama.

Percayalah gaes,
Jodoh itu adalah rahasia paling ghaib dari Tuhan.
Ada masanya kalian bergalau-galau ria dengan kejombloan
Ada masanya setelah pacaran kalian  akan galau dengan pertanyaan "kapan kawin?"
akan tiba masanya nanti kalian dan pasangan akan mengikat janji atas nama Tuhan untuk hidup bersama dalam sebuah pernikahan yang bahagia.

So, just belive in your God.
keep praying, and you'll get the surprise !